Masyarakat Dihimbau Agar Waspada Cuaca Ekstrem Di Puncak Musim Hujan

0
9

Kobar News, Pangkalan Bun – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak Oktober 2020 telah memprediksikan bahwa Puncak Musim Hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021, yang mana saat ini telah memasuki Puncaknya. Hal itu yang diutarakan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati pada, Minggu (10/01) di Jakarta.

Ia pun menjelaskan bahwa dalam memprakirakan curah hujan digunakan pengolahan data hasil pantauan data dari gejala alam Meteorologi yang terjadi pada bulan sebelumnya, data normal, serta dinamika atmosfer secara global yang terjadi di sekitar Indonesia,
dari Asia sampai Australia.

“Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 93 persen dari 342 Zona Musim telah memasuki musim hujan. Untuk itu, BMKG terus meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode Puncak Musim Hujan ini,” jelas Dwikorita Karnawati.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menjelaskan, untuk tujuh hari ke depan diprediksikan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai terutama untuk beberapa wilayah termasuk Kalimantan Tengah.

“Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan,” tambah Guswanto.

Menurutnya, sebagai upaya mitigasi, BMKG juga menyampaikan informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari kedepan, agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang.

Masih menurutnya, berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai daerah yang diprediksi berpotensi banjir ada beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya yakni Kalteng juga diprediksikan berpotensi banjir.

Selain itu, masyarakat dan pengelola pelayaran juga diminta untuk terus memonitor informasi BMKG, guna selalu mewaspadai Peringatan Dini Gelombang Tinggi khususnya pada 10-13 Januari 2021.

Adapun bagi cuaca penerbangan, berdasarkan analisis dan prediksi BMKG yang disampaikan Desember lalu dan selalu diperbaharui, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) yang dapat membahayakan penerbangan.

Oleh karena itu BMKG terus mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi, untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di puncak musim hujan ini, demi mewujudkan keselamatan dalam layanan penerbangan.

Untuk mempercepat dan memperluas layanan informasi cuaca penerbangan, sejak 2018 BMKG menyampaikan update informasi prakiraan cuaca di seluruh bandara melalui aplikasi _mobile phone_ Info BMKG, juga melalui layar-layar _display_ cuaca di seluruh bandara.

Informasi dalam aplikasi Info BMKG tersebut meliputi informasi cuaca setiap jam hingga prediksi kondisi cuaca untuk 4 jam ke depan, sedangkan informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca untuk area maupun rute penerbangan seperti SIGWX _(Significant weather Chart)_, SIGMET _(Significant Meteorological Information)_ dapat diakses dalam laman aviation.bmkg.go.id

Demikian pula seluruh Informasi cuaca baik prediksi dan peringatan dini cuaca ekstrem, prediksi gelombang tinggi dan prakiraan/prediksi cuaca untuk penerbangan disampaikan dan diupdate rutin melalui aplikasi _mobile phone_ Info BMKG.

Laporan Meteorologi ini disusun berdasarkan hasil pantauan data
meteorologi bulan Oktober, November, dan Desember 2020 dan Analisis Curah
Hujan serta Prakiraan Curah Hujan Bulan Januari, Februari dan Maret 2021 di
Kotawaringin Barat. (Firman/One)

TINGGALKAN KOMENTAR