Dua Jenazah Korban Penambang Tertimbun Tiba Di RSSI Langsung Ditangani Tim Forensik

0
5
Dokter Ahli Forensik RSUD Imanuddin, Dr. Sp.F Erianto

Kobar News, Pangkalan Bun – Dua dari 10 jenasah korban longsor yang tertimbun sedalam 65 meter di Sungai Seribu RT.06 Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawarimgin Barat (Kobar) telah tiba di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) dan langsung ditangani oleh tim forensik, Jumat (20/11/2020).

Tim Forensik tersebut sudah disiapkan untuk mengidentifikasi, identifikasi itu disiapkan apabila ada suatu jenasah yang datang, adapun tim yang dipersiapkan adalah tim identifikasi Pos Mortem dan Pos Antemortem.

Arti dari pos antemortem dan pos mortem itu adalah, pos antemorfem artinya untuk mengidentifikasi adanya pihak keluarga, yang mengidentifikasi untuk memberikan keterangan kepada tim antemortem untuk menjelaskan bahwasanya ini jenasah dengan identitas secara perinci.

Dari tim antemortem, kemudian dilakukanlah pemeriksaan pos mortem yang dilakukan oleh Dokter dan tim forensik dengan cara mengidentifikasi ciri-ciri jenasah. Nantinya akan dicocokkan dengan data antemortem, dan bilamana sudah cocok berarti korban sudah teridentifikas, maka dari itu korban tersebut bisa dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Dokter Ahli Forensik RSUD Imanuddin, Dr. Sp.F Erianto ketika diwawancarai oleh awak media mengatakan bahwa dirinya dipinta oleh tim basarnas dan tim kepolisian.

“Saya sebagai Dokter Forensik dipinta oleh tim Basarnas maupun tim Kepolisian untuk mengidentifikasi adanya suatu bencana massal terhadap korban longsor yang ada di daerah Pangkut,” ujar Dokter Ahli Forensik RSUD Imanuddin, Dr. Sp.F Erianto.

Menurutnya, secara darurat atau garis besarnya identifikasi yang dilakukannya langsung mengambil tindakan-tindakan seperti ini. Yang teridentifkasi baru ada 2 korban yang baru datang, dan berdasarkan nomor yaitu 01 dan 02. (Firman/One)

TINGGALKAN KOMENTAR