Kedua Tersangka Produsen Miras Arak Kena Dua Pasal Pidana

0
248
Kedua tersangka diperlihatkan saat Press release, Senin (29/06) di Halaman Satreskrim Polres Kobar.

Kobar News, Pangkalan Bun – Warga Kabupaten Kotawaringin Barat yang memproduksi, menjual, meminum atau menyimpan minuman beralkohol, biasanya bila tertangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja, hanya dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) melanggar Perda yang pidananya tidak lebih dari tiga bulan lamanya, akan tetapi beda bila yang ditangkap oleh Satreskrim Polres Kotawaringin Barat, bisa dikenakan dua pasal berlapis dengan Undang-Undang RI yang berbeda.

Hal itu terungkap saat press release penangkapan Produsen miras jenis arak di Jalan Pasir Putih RT.11 Dusun Sintuk, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat yang ditangkap pada Rabu lalu (24/06) Sekitar Pukul 10.30 WIB, yang disampaikan oleh Kapolres Kobar, AKBP Dharma Ginting melalui Kasat Reskrim, AKP.Rendra Aditya Dani.

Kedua tersangka dijerat Pasal 204 KUH Pidana Jo Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf i Undang-undang RI No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 142 Undang-undang RI No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Dijelaskan AKP Rendra Aditya Dani, dariari hasil penyidikan terungkap bahwa kedua pelaku telah bekerjasama melakukan pembuatan miras jenis Arak putih sejak tiga bulan yang lalu dan sudah 4 kali produksi.

“Tersangka Hatta Illah Apuan selaku pemodal dan Toni Susanto selaku pembuat miras jenis Arak putih,” terang Kasat Reskrim Polres kobar kepada sejumlah awak media, Senin (29/06) di halaman Satreskrim.

Dijelaskan Rendra, bahwa dalam memproduksi miras, kedua tersangka menghasilkan 40 galon ukuran 20 liter dalam sekali produksi, dan total 4 kali produksi menjadi 160 galon, dan dijual pergalonnya Rp 350 ribu dan totalnya Rp 56 juta, yang dijual untuk wilayah Kumai dan Sungai Rangit. (One)

 

TINGGALKAN KOMENTAR