Shalat Ied di Kobar Batal, Bupati Kobar : Demi Kesehatan Seluruh Warga

0
1032
Bupati Kobar didampingi Ketua DPRD Kobar dan Firkominda Kobar saat membacakan putusan pembatalan hasil rapat tanggal 19 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Aula Rapat DPRD Kobar

Kobar News, Pangkalan Bun – Bupati Kotawaringin Barat, Hj,Nurhidayah akhirnya secara resmi mengumumkan terkait batalnya keputusan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) batal digelar, walaupun pada titik-titik tertentu dan di lapangan terbuka pada Hari Raya Idul Fitri nanti, pada rilis terbuka pada medsos dan sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online, Kamis (21/05) di Aula Rapat Kantor DPRD Kobar.

 

Dalam penyampaian pencabutan hasil rapat Pemkab Kobasr, Forkominda, MUI, Kemenag, dan Organisasi keagamaan di Kobar pada 19 Mei 2020 itu tertuang pada Surat Edaran Bupati Kobar Nomor 451.13/02/Kesra/2020 Tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Bupati Kobar, Hj.Nurhidyah didampingi langsung oleh Ketua DPRD Kobar, Rusdi Gojali, Dandim 1014 Pangkalan Bun, Kapolres Kobar, Danlanud Iskandar Pangkalan Bun, Kasi Intel Kejari Kobar dan Sekda, Asisten 1 dan sejumlah SOPD Kobar.

Bupati dalam menyampaikan pembatalan diperbolehkannya shalat ied tersebut sempat terisak menitikkan air mata sebagai tanda tak kuasa dalam membacakannya, namun tetap tegar dan melanjutkan penyampaiannya,

Ada empat poin yang disampaikan orang nomor satu di Bumi Marunting Batu Aji tersebut, yakni :

  1. Dalam rangka melindungi seluruh warga masyarakat dan umat Islam kabupaten Kotawaringin Barat dari penularan Covid-19, maka dengan ini ditetapkan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 syawal 1441 Hijriyah dilakukan di rumah masing-masing dan tidak diperkenankan pelaksanaannya secara berjamaah di masjid/mushola, halaman masjid /mushola dan lapangan terbuka lainnya.
  2. Tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan keramaian dan pengumpulan massa seperti takbir keliling, Open House Idul Fitri, serta liburan ke tempat wisata yang ada di kabupaten Kotawaringin Barat atau destinasi wisata di tutup. Adapun kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/mushola menggunakan pengeras suara dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan serta dilarang menggelar pawai atau konvoi di jalan.
  3. pengumpulan atau penyaluran zakat sebisa mungkin meminimalkan kontak fisik dan dimaksimalkan layanan antar atau jemput zakat secara langsung oleh pengelola panitia zakat.

  1. Kepada seluruh warga masyarakat agar terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mematuhi protokol pencegahan Covid-19 diantaranya rutin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, serta menghindari jabat tangan atau kontak fisik.

Usai Press Rilis, Bupati ataupun yang hadir saat itu menolak untuk diwawancarai dan langsung meninggalkan ruangan. (One)

TINGGALKAN KOMENTAR