Mukhtarudin Membenarkan Memang Ada Mafia Pangan Gula, Selesaikan !!!

0
149
Anggota DPR RI Komisi VI, Drs.H.Mukhtarudin saat Rapat Dengar Pendapat dengan mitra kerjanya

 

Kobar News, Jakarta – Presiden Joko Widodo, telah mencurigai adanya mafia pangan dalam komoditas pangan khususunya khususnya gula pasir yang kini langka di lapangan dan bahkan bila ada dengan harga yang sangat mahal, yakni berkisar Rp 17.500 perkilogramnya, dan ditambah lagi yang penanganannya belum bisa diselesaikan.

Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Partai Golkar, Drs.H.Mukhtarudin membenarkan kecurigaan Presiden tersebut, namun dirinya tidak lagi curiga tapi juga menyatakan kalau mafia pangan terutama gula tersebut memang betul adanya.

Mukhtarudin dalam siaran persnya, Sabtu (16/05) menuding kalau mafia pangan gula di Indonesia, sejak dari dulu, orangnya merupakan pemain lama dan sangat mudah bila ingin ditertibkan, bahkan dengan terang-terangan tudingannya dikuasai oleh tujuh samurai.

Politisi asal Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah ini, merasa heran kasus mafia ini, belum bis ditertibkan, “Saya jadi heran, aneh dan ajaib saja, padahal sudah ratas berkali kali tapi belum menemukan penyebabnya,” tambahnya.

Dirinya merasa kasihan dengan Presiden Jokowi yang selalu menjadi sasaran tembak elit politik, akibat mahalnya harga-harga bahan pokok, termasuk gula alias sembako. dan menduga akibat dari permainan anak buah (instansi teknis terkait) di lapangan.

“Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi kinerja semua pejabat teknis yang terkait pangan, beri mereka peringatan dan deadline untuk menstabilkankan harga pangan khususnya gula,” tegasnya lagi.

Bahkan Muhkharudin, meminta presiden agar pengawasan komoditas gula ini lebih diperketat dan memberikan hukuman berat pada pemain yang sengaja melakukan penimbunan.

Mukhtarudin memberikan solusi, agar pengawasan Satgas pangan harus kerja maksimal, misalnya melakukan sidak terhadap sejumlah industri dan distributor pangan. Jadi awasi dengan ketat jalur distribusinya, dan operasi pasar.

Namun begitu, anggota Fraksi Partai Golkar ini mendukung langkah-langkah yang sudah diambil oleh Presiden dan Kemeko perekonomian untuk mengatasi masalah stabilisasi harga pangan khususnya gula ini.

Sebelumnya Presiden menginstruksikan jajarannya mencari penyebab bahan pangan, gula dan bawang ini harganya tak kunjung turun. Dirinya curiga ada yang mengambil keuntungan dari dua bahan pokok tersebut.

“Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana, apakah masalah distribusi atau stoknya kurang atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar,” tuturnya saat membuka rapat terbatas virtual, Rabu kemarin (13/05/2020).

Padahal di masa krisis saat pandemi virus Corona, masyarakat tengah mengalami penurunan daya beli. Jika harga bahan pokok masih tinggi maka akan menambah beban masyarakat. (*/One)

TINGGALKAN KOMENTAR