Tiga Bocah Bermain Di Embung, Menelan Korban Dua Bocah

0
502
Polisi sedang menginput keterangan terkait tenggelamnya dua bocah

Kobar News, Pangkalan Bun – Pada siang hari ada tiga orang yang masih berusia sangat kecil sekali yaitu, berusia enam tahun, warga Desa Sungai Kuning, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bermain di Embung Air milik desa setempat dan naas untuk kedua bocah yang masih TK itu tenggelam di lokasi tersebut, Jumat (17/01).

Korban yang laki-laki bernama Rizky Mustofa Raditia (6) dan yang perempuan Kinar Aprilia Nur Puspita (6). Kedua bocah ini sama sama warga Desa Sungai Kuning, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Bimasa Zebua ketika dihubungin via telpon selular mengatakan, telah terjadi musibah atau kecelakaan yang mengakibatkan dua bocah tenggelam hingga tewas di sebuah Embung air milik Desa Sungai Kuning.

“Benar Mas, waktu hari Jumat siang, ada tiga bocah sedang bermain di sekitar Embung air milik Desa Sungai Kuning, ketiga bocah itu adalah Risky, Kinar dan Aiko (6), tetapi naas untuk Risky dan Kinar mereka kecelakaan tenggelam di embung air tersebut dan kejadian pastinya Masih belum begitu jelas karena saksi hidup yaitu, Aiko tergolong masih anak-anak jadinya, sulit menjelaskan kronologisnya,” jelas Kapolsek Pangkalan Banteng.

Menurutnya, saksi Aiko langsung pulang ke rumah untuk memberitahukan bahwa Risky dan Kinar tenggelam di lokasi embung air itu lalu kemudiaan warga setempat, Biranto dan Junaedi pergi ke embung untuk melihat dan mengecek kebenaran dari cerita atau aduan Aiko.

Setelah sampai embung air, Junaedi masuk ke Embung dan sudah menemukan kedua bocah tersebut dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kemudian kedua korban diangkat ke darat dan selanjutnya dibawa pulang ke rumah duka. Selanjutnya pihak Polsek masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas musibah ini.

Saat ini, kedua korban sudah dimakamkan di TPU Desa Sungai Kuning. Berdasarkan informasi warga setempat, kedalaman embung tersebut sekitar 2 meter, panjang 500 meter dan lebar 20 meter.

Kedua orang tua korban menerima atas kejadian tersebut sebagai musibah dan mengihklaskan. Serta menolak akan dilakukan visum dan otopsi dari pihak kepolisian dengan dilampirkan surat pernyataan. (Bonar/One)

TINGGALKAN KOMENTAR