Porwada 2019 Menjadi Perekat Persaudaraan Antar Wartawan se-Kalteng

0
285

Kobar News, Palangka Raya – Pekan Olahraga Wartawan 2019 se Kalimantan Tengah (Kalteng) membuktikan masih kuatnya rasa persatuan, kesatuan, kebersamaan dan persaudaraan diantara sesama satu profesi wartawan.

Mengawali kegiatan resmi dengan pembukaan ceremony yang berlangsung di halaman Mentikey Jalan Ahmad Yani Palangka Raya, Porwada 2019 langsung dibuka oleh Ketua PWI Kalteng, Haris yang didampingi pengurus PWI serta penanggung jawab kegiatan yakni SIWO PWI Kalteng.

Berbagai cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan akan menjadi acuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Kalteng melalui program SIWO untuk mewakili Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Jawa Timur tahun 2020.

Cabor yang cukup ketat dalam Porwada kali ini diantaranya Catur dan Bulutangkis. Sementara cabor sepakbola, biliard, futsal, tenis lapangan, tenis meja, atletik, bridge masih nampak didominsi pemain lama.

Untuk Catur, hasil akhir dijuarai oleh Zulfikri yang menduduki juara I, H.Indra wartawan asal Barsel hanya mampu diposisi kedua, kemudian diposisi juara III diraih Zaitul Ikhlas. Sementara dari cabor bulutangkis, wartawan senior Agus Triantony S.Sos dari media Kobar News biro Palangka Raya hanya mampu meraih posisi ketiga disusul oleh habibi dari Palangka Post berpasangan dengan Ismail Kalteng post. Juara I dan II Cabor Bulutngkis pada Porwada 2019 menjadi pembuktikan wartawan daerah diluar Kota Palangka Raya mendominasi cabor bergengsi ini.

Hendra, Ketua SIWO PWI Kalteng yang berkesempatan hadir menyaksikan jalannya pertandingan nampak sangat terharu atas dedikasi kawan-kawan peserta Porwada karena cabor ini merupakan cabor terberat, membutuhkan ketahanan fisik yang harus prima, keahlian skil dan teknik permainan bulutangkis serta mengukur tingkat emosional dalam bertanding yang cukup luar biasa menguras energi dan stamina, ucapnya saat berada di gedung bulutangkis indoor jalan Manjuhan, Palangka Raya.

Hendra yang sering akrab dengan sapaan Giben juga menambahkn bahwa ajang Porwada 2019 membuktikan bahwa para wartawan juga semakin bersatu dalam rangka memperkuat tali persaudaraan antar sesama satu profesi. Terlebih seorang jurnalis harus mampu menjaga stamina fisik ketika meliput sebuah berita serta menorehkan tulisan yang berimbang dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat kalteng.

Ferry selaku koordinator lapangan cabor bulutangkis mengungkapkan bahwa banyak para peserta dari daerah yang tidak hadir karena ada tugas khusus yang jadwalnya bersamaan dengan Porwada 2019, namun itu tidak menjadikan cabor bulutangkis tidak dipertandingkan, bahkan keseruan cabor bulutangkis dalam Porwada kali ini terletak pada para peserta yang mendominasi di atas usia 35 tahun, Sabtu (7/12). (AGT/One).

TINGGALKAN KOMENTAR