KTH Bangun Pola Kemitraan Dengan Desa Sei Kuning

0
531
Wabup Kobar, Ahmadi Riansyah dan Direktur PT.KTH, Park Jung Myung sedang melakukan penanaman pohon Eukaliftus di hutan hak Desa Sungai Kuning

Kobar News, Pangkalan Banteng – Warga Desa Sungai Kuning sudah mengubah pola kemitraan tanaman dari Tanaman Karet yang bekerja sama PTPN XIII ke tanaman Eukaliftus, kerjasama dengan PT.Korintiga Hutani (KTH), dan ditandai dengan Opening Ceremony Pembangunan Hutan Hak Pola Kemitraan dengan PT. Korintiga Hutani, Kamis (26/09) di Hutan Hak Desa Sungai Kuning Kecamatan Pangkalan Banteng.

IMG-20190926-WA0065

Acara Ceremony Pembangunan Hak Pola Kemitraan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah, Direktur PT.KTH, Park Jung Myung, Kedua aparat pemerintahan Kecamatan Arut Utara dan Pangkalan Banteng.

Direktur PT.KTH, Park Jung Myung mengatakan bahwa PT korintiga Hutani sudah memulai kegiatan pembangunan hutan hak sekitar Tahun 2009-2010 dikenal dengan hutan rakyat yang bertujuan awalnya adalah rehabilitasi lahan lahan di sekitar areal perusahaan yang beresiko menimbulkan kebakaran karena peladangan dan sekaligus memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan sebagai upaya pembinaan masyarakat desa hutan dan untuk meningkatkan  ekonomi masyarakat.

IMG-20190926-WA0064

“Cadangan kayu hasil tanaman masyarakat tersebut juga dimanfaatkan atau dibeli oleh pt.kth selain untuk fungsi lingkungan hidup dan produktivitas lahan, jadi memberikan efek ganda yang sangat baik,” kata Direktur KTH, Park Jung Myung.

Dijelaskan Park Jung Myung, awalnya pola kemitraan tersebut berada dilokasi hutan rakyat yang ada di Kelurahan Pangkut, Desa Panahan, Riam dan Pandau di Kabupaten Kotawaringin Barat serta beberapa desa di Kabupaten Lamandau.

Namun kini, lanjutnya, PT.KTH telah menambah pola kemitraan hutan hak dan HTR yang ada di kabupaten Kotawaringin Barat Sampai saat ini adalah sebagai berikut : 1 Desa Panahan 613,94, 2.Desa Riam 29 2,30, 3.Desa Pandau 211,74, 4.Kelurahan Pangkut HTR (IUPHHK-HTR) 2.601,94, hutan hak 32,00, dan 5.Kecamatan Pangkalan Banteng hutan hak 87,39.

Untuk saat ini, jelasnya, pola kemitraan pembangunan hutan hak diperluas dan menjangkau sampai di Kecamatan Pangkalan Banteng dengan pertimbangan yang sangat strategis terkait posisinya yang berada diantara PT.KTH dan PT.KTH Industri, di mana memudahkan akses untuk tanaman perawatan dan panenan nantinya, usia panen tanaman ditentukan antara 5 sampai 6 tahun dengan pola kemitraan ini kami juga siapkan MoU yang menjadi landasan kerjasama saling menguntungkan diantara kedua belah pihak baik secara ekonomi maupun dukungan terhadap lingkungan hidup.

Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah meminta agar pola kemitraan ini harus saling memguntungkan kedua belah pihak, dengan harus meneliti dengan jelas isi dari MoU tersebut.

“Jangan sampai setelah ditandatangani, ada hal yang kurang pas, sehingga menimbulkan masalah baru,” ujar Wabup.

Wabup sangat bersyukur dengan kehadiran PT.KTH yang tadinya hanya bermitra dengan masyarakat Arut Utara, kini telah meluaskan kemitraannya dengan masyarakat Pangkalan Banteng, semoga nantinya akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kotawaringin Barat umumnya. (One)

TINGGALKAN KOMENTAR