Bupati Kobar Melakukan Patroli dan Sosialisasi Karhutla

0
884
Bupati dan. Wakil Bupati Kobar Melaksanakan Patroli dan Sosialisasi Karhutla ke Desa-Desa di Kotawaringin Barat bersama Unsur FKPD dan Instansi terkait

IMG-20190815-WA0035Kobar News, Pangkalan Bun – Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) serius menangani munculnya titik api di beberapa wilayah.

Bupati Kobar, Wakil Bupati Kobar, Unsur Forkopimda, dan beberapa instansi yang tergabung dalam Satgas Karhutla menggelar patroli bersama sekaligus sosialisasi ke desa-desa.

Dengan menggunakan Sepeda Motor Tril, Pergerakan rombongan dimulai dari kantor Bupati dan dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kobar. Desa-desa yang dituju adalah wilayah yang memang telah dipetakan sebagai daerah rawan kebakaran lahan dan hutan. Dimulai dari Desa Kumpai Batu Bawah, Tanjung Terantang, Tanjung Putri kecamatan Arut Selatan, rombongan melanjutkan perjalanan di wilayah pesisir Kumai yaitu desa Sebuai, Keraya, Sebuai Timur, Teluk Bogam, Sungai Bakau hingga ke Kubu.
Tidak hanya melaksanakan sosialiasi langsung kepada warga yang dilewati, tim satgas Karhutla Kobar juga bergerak menuju lokasi terjadinya kebakaran lahan di wilayah desa Sungai Tendang. Di wilayah ini kebakaran telah terjadi sejak sehari sebelumnya dan telah dilakukan penanganan, namun diduga karena faktor cuaca, api kembali menyebar dan menghanguskan lahan-lahan milik warga hingga mendekati pemukimam.

Bupati Kobar, Hj. Nurhidayah mengingatkan masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga lingkungannya dari potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Saya kembali mengajak masyarakat untuk senantiasa bekerjasama untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca kemarau, apabila kita tidak berhati-hati, apabila terjadi kebakaran lahan tentu akan merugikan semua pihak,” kata Hj. Nurhidayah.

IMG-20190815-WA0023

Hal ini diamini oleh Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah, ”Jika terjadi kebakaran lahan dan hutan yang menyebabkan kabut asap, tentu yang dirugikan adalah masyarakat, dampaknya di semua bidang, bisa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, arus transportasi tersendat, belum lagi efek bagi kesehatan masyarakat,” ungkap Ahmadi.

Karena itulah, lanjut Ahmadi Riansyah, Pemkab Kobar tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Ribut Prokom/One)

TINGGALKAN KOMENTAR