Kobar Gelar Apel Siaga dan Cegah Karhutla

0
353
Bupati Kotawaringin Barat, mengecek alat-alat pemadam kebakaran sebagai antisipasi dam pencegahan karhutla pada apel kesiapsiagaan dan pencegahan karhutla

Kobar News, Pangkalan Bun – Sebelum berlangsungnya Apel Siaga dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (22/07) pagi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Ir.Petrus Rinda disampaikan Sekretaris, M.Rusmawardi, memberikan gambaran awal menghadapi bencana Karhutla di Kabupaten Kobar Tahun 2019 berdasarkan hasil evaluasi kejadian Karhutla sejak Januari sampai dengan Juli 2019 di wilayah Kabupaten Kobar adalah sebanyak 15 titik hotspot dengan jumlah kejadian kebakaran sebanyak ± 35 kejadian serta jumlah areal terbakar seluas ± 93,77 hektar.

Dijelaskan Kepala Badan BPBD Kobar, bahwa Satgas Kesiapsiagaan dan Pencegahan Karhutla telah melakukan beberapa hal, yakni telah melakukan Sosialisasi pencegahan dan pengendalian di Tiga Kecamatan, yakni Arsel, Kolam dan Kumai sebanyak 330 orang.

Kemudian, melakukan sosialisasi dan supervisi pembentukan desa taangguh bencana pada Desa Kubu, Sungai Bakau, Teluk Bogam, Keraya, Sebuai Timur, dan Sebuai, keempat melakukan patroli pencegahan dan pengendalian karhutla di wilayah yang rawan karhutla, dan terakhir membentuk dan membina Masyarakat Peduli Api di Kecamatan Arut Selatan dan Kumai.

Petrus Rinda melanjutkan, bahwa sebagai upaya pemadaman dini kejadian karhutla di Kobar, telah didukung satgas darat sebanyak 500 personil yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Tagana, Damkar perusahaan, MPA, dan Relawan.

Bupati Kobar, Hj.Nurhidayah, dalam kesempatan itumengingatkan kembali peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang meninggalkan kerusakan yang sangat parah Tahun 2015 yang melebihi krisis kabut asap pada Tahun 2007.

“Saya meminta kepada Satgas Siaga dan pencegahan Karhutla jangan sampai terjadi seperti Tahun 2015 lalu,” pinta Bupati Kobar, Hj.Nurhidayah.

Menurut Bupati Kobar, karhutla bukan hanya peristiwa sesaat melainkan bencana alam yang hampir dilanda setiap musim kemarau berlangsung. Karhutla ini juga akan berdampak pada kerugian, baik material dan bahkan bisa memakan korban jiwa.

Menurut Hj.Nurhidayah, Karhutla dapat dicegah dan dikendalikan apabila elemen masyarakat menjaga daerah-daerah yang rawan terjadi kebakaran. (Bagus/One)

TINGGALKAN KOMENTAR