Antisipasi Karhutla, Pemkab Kobar Telah Bentuk Satgas

0
288
Kebakaran lahan terjadi di Desa Kapitan, Selasa (16/07) kemarin. (foto Istimewa)

Kobar News, Pangkalan-Bun – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawatingin Barat mulai terjadi dalam terjadi dalam beberapa pekan ini, hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor, seperti pembukaan lahan perkebunan.

Dan beberapa lahan yang terjadi dan berpotensi rawan kebakaran di Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Lama dan Kecamatan Kumai.

Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, Ir.Petrus Rinda melalui Kasi Pencegahan, Fahrul Laji bahwa kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat ini dikarenakan siklus kemarau dan mengeringkan daerah yang bergambut yang rawan terbakar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Kotawaringin Barat telah membentuk Satgas Karhutla, yang terdiri dari unsur Pemkab seperti BPBD, Damkar, dan lainnya, Manggala Agni, TNI dan Polri.

Kebakaran hutan dan lahan sudah ada yang terjadi, hanya saja tim satgas memiliki kendala dalam memadamkan api tersebut, diantaranya akses jalan, sarana dan prasarana yang masih minim dan ditambah lagi dengan lahan gambut yang sulit dipadamkan karena ketebalan gambut dan tidak diketahui merambahnya api tersebut.

“Kami minta kesedaran masyarakat, agar menjaga lingkungan bersama, dan masyarakat pekebun, untuk tidak membuka lahannya dengan cara membakar,” ujar Fahrul kepada Kobar News, Selasa (16/07) di Kantor BPBD Kotawaringin Barat.

Dirinya mengingatkan kepada warga pekebun atau siapa saja yang dengan sengaja membakar lahan akan dikenakan sanksi hukum tindak pidana akan dipenjara selama 6 bulan dan denda yang tercantum dalam UU Perkebunan. (Bagus/One)

 

TINGGALKAN KOMENTAR