Erick Thohir : Jokowi Dukung Inovasi Industri di Kalteng

0
178
Ketua TKN, Erick Thohir (Ist)

Kobar News, Palangka Raya – Dengan latar belakang pengusaha, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir mendukung tekad Capres Joko Widodo untuk membangun Indonesia secara menyeluruh dari Timur ke Barat, serta Utara dan Selatan nusantara dalam konsep Indonesia sentris.

Dengan prinsip membangun secara merata, terutama penyediaan infrastruktur-infrastruktur vital, seperti transportasi, industri, dan badan usaha di daerah, maka seluruh Indonesia akan mengalami kemajuan secara merata.

Hal itu diungkapkan Erick Thohir, setelah dua minggu mendampingi capres nomor urut 01 itu berkampanye di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk juga saat mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (08/04), dalam pers release yang diterima media ini.

Di provinsi yang kaya dengan sumber daya alam dan juga perkebunan itu, Erick menilai selain diperlukan transportasi berupa pembangunan jalur kereta api Puruk Cahu – Bangkuan dan jalan Tol Trans Kalimantan, juga harus didukung inovasi industri untuk mengembangkan hasil kelapa sawit, karet, dan rotan.

“Saya membaca bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng tertinggi di Kalimantan dengan 6,48%. Angka itu juga lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional, 5,17%. Hal itu lebih banyak disebabkan hasil dari kelapa sawit, rotan, dan karet. Oleh karena konsep membangun Indonesiasentris yang tengah diusung pak Jokowi, saya optimistis, jika terpilih kembali, Jokowi akan mendukung inovasi dalam industri perkebunan Kalteng,” jelas Erick, Senin (8/4), di Palangkaraya, Kalteng.

Saat ini dengan produksi 4.500 juta ton CPO (Crude Palm Oil), Kalteng menempati peringkat ketiga terbesar penghasil CPO setelah Riau dan Sumatera Utara. Dengan inovasi industri perkebunan, maka diyakini berdampak positif bagi Kalteng, berupa lapangan kerja bertambah dan ekonomi meningkat. Begitu pula dengan rotan di Kabupaten Kantingan yang setiap tahun produksinya mencapai 15.000 ton pertahun yang dihasilkan dari sekitar 325 ribu hektar hutan rotan.

“Inovasi industri itu bisa berupa pengolahan bahan baku sehingga punya nilai jual tinggi ketimbang menjual produk aslinya. Misalnya, dari limbah kelapa sawit bisa dikembangkan menjadi bio plastik, atau produk komersial yang memberikan nilai tambah. Atau rotan yang bisa dimasukkan unsur ekonomi kreatif sehingga kegunaannya bisa bernilai lebih tinggi,” lanjutnya.

IMG-20190321-WA0017

Untuk mendukung itu, selain dibutuhkan riset dan tehnologi, juga diperlukan sumber daya manusia berkualitas. Menurut Erick, pemerintahan Jokowi jika dipercaya melanjutkan ke periode 2019-2024, sudah memiliki program yang bisa meningkatkan kemampuan generasi muda dan angkatan kerja baru di seluruh Indonesia, berupa Kartu Indonesia Pintar untuk Kuliah dan Kartu Pra-Kerja. Disamping satu kartu lainnya, Kartu Sembako yang menjamin ketersediaan bahan pokok bagi kaum ibu untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

“Jika Kartu Sembako ditujukan untuk kaum ibu dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga, maka dua kartu lainnya, itu untuk mendukung pendidikan serta peningkatan skill tenaga kerja Indonesia. Dengan memperoleh manfaat dari ketiga kartu tersebut, saya optimis Kalteng akan memiliki generasi muda trampil yang siap bekerja dan mampu menjawab tuntutan zaman karena terus berinovasi,”pungkas Erick (tkn/ta/One)

Sasha

TINGGALKAN KOMENTAR