Angkutan Kayu Log Masih Lalui Jalan Provinsi, Ini Kata Legislator Kalteng

0
169
Wakil Ketua DPRD Kalteng, H Heriansyah

Kobar News, Palangka Raya – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran telah melarang truk pengangkut kayu log melalui jalan Provinsi yang menghubungkan Parenggean-Tumbang Sangai-Tumbang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terlebih saat ini jalan tersebut sedang dalam tahap pembangunan dengan sistem multiyear kontrak.

Walaupun ada larangan dari Gubernur Kalteng, truk-truk pengangkut kayu log tersebut masih saja melintas, dan tidak diindahkan para supir truk maupun pemilik kayu tersebut, sehingga jalan yang masih dikerjakan terkesan semakin rusak.

Wakil Ketua DPRD Kalteng, H Heriansyah mengatakan dirinya juga mendapatkan informasibdari masyaralat terkait masih melintasnya Terlebih bagi perusahaan angkutan angkutan perusahaan baik itu HPH maupun PBS yang tidak mau mematuhi aturan tentang batasan muatan sumbut terberat (MST) 8 ton yang telah ditetapkan pemerintah. Jika hal ini dibiarkan akan mempercepat kerusakan jalan yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut.

“Sampai hari ini pun, saya sendiri kemarin sampai dilokasi yang terakhir menemukan ada fotonya juga mengiringi angkutan kayu log ini. Memang dilaporkan masyarakat Beringin Agung karena kerusakan parah terjadi di ruas ini karena daerah perkampungan masyarakat,” kata Heriansyah, saat dibincangi wartawan, di gedung dewan, Senin (25/2).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotim dan Seruyan ini mengatakan, saat ini sedang ada pengerjaan pengaspalan pada ruas ini. Tetapi dengan adanya aktivitas angkutan truk bermuatan log tersebut dikhawatirkan akan menghambat pekerjaan yang ada.

“Ternyata angkutan loging ini masih berjalan, inikan keterkaitan dengan pengawasan dari pihak keamanan, berarti ada apa kan. Gubernur sudah menyatakan ini tidak boleh dilalui lagi kan. Sedangkan pekerjaan multiyear ini berjalan sampai 2020, kapan bisa rampung?selalu menjadi kendala untuk kepentingan masyarakat,” tegas legislator dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Tujuan pembuatan jalan ini, tegas Heriansyah, untuk mempermudah arus ekonomi masyarakat. Jika pelarangan terus menerus seperti ini tidak dihiraukan maka akan memunculkan pertanyaan dari masyarakat, sementara mobil PJR serta dinas perhubungan ada dilokasi. (ta/One).

Asta 1

TINGGALKAN KOMENTAR