Tergelincir Di Atas Pelampung Kakek Tenggelam Di Sungai

0
222

Kobar News, Kotabaru – Warga Nagari Mundam Sakti dan Kotabaru di gegerkan oleh info seorang kakek bernama Mukti (75 tahun) tenggelam di Lubuk Palamawan Jorong Tanjung Raya Nagari Mundam Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Sumatra Barat), Selasa pagi (18/12) ketika membangkit jaring ikan yang dipasang Senin sore.

Kejadian tersebut di ketahui oleh waili 60 tahun warga jorong pasar Nagari mundam ketika di sungai melihat Mukti tergelincir dari pelampung dan lansung tenggelam, melihat kejadian tersebut saksi melaporkan ke masyarakat Nagari Mundam, mendengar informasi kakak sepuluh tersebut tenggelam, ratusan masyarakat Nagari mundam dan Nagari koto baru lansung mencari jasad Mukti dalam sungai di bantu petugas kepolisian kecamatan IV Nagari dan Koramil Palangki serta BPBD kabupaten Sijunjung dengan harapan manyat tenggelam tersebut cepat ditemukan.

Badan penanggulangan bencana dibantu TNI – polri dan masyakarat melakukan penelusuran di sungai batang palangki alhasil berselang beberapa jam akhirnya manyat tersebut ditemukan di wilayah gajah mati Nagari koto baru tepatnya di lubuok kapencong dan jasad lansung di bawah kerumah duka kenagari mundam sakti untuk di makamkan secara agama Islam.

IMG-20181218-WA0031

Selain itu pihak babinkamtibmas dari polsek kecamatan IV yang bertugas di Nagari mundam sakti dan Nagari koto baru, Bripka Novendrizal dan Brigadir Ifdol menghimbau ke seluruh lapisan masyarakat khususnya anak-anak dan lansia yang ada di dua Nagari tersebut agar tidak main di pinggir sungai kawasan batang palangki agar musibah seperti ini tidak terulang kembali ungkapnya.

“Anak sekolah SDN di kawasan Nagari Koto baru agar setiap pulang sekolah lansung kerumah jangan main ke sungai, itu sangat bahaya,” kata Brigadir Ifdol yang merupakan putra dari suku piliang.

Dirinya akan membuat terobosan diwilayah binaanya agar semua anak-anak di sekolah dikasih tahu bahayanya main di kawasan sungai dan program ini akan disampaikan kepada anak-anak khususnya sekolah dasar, apa lagi saat aliran sungai naik tentu akan sangat berbahaya lagi buat masyarakat. (Beny/One)

 

TINGGALKAN KOMENTAR