Acara Bakawu Melestarikan Budaya Minang di Nagari Koto Baru

0
368

Ribuan masyarakat Nagari koto Baru berkumpul dan berbondong – bondong di lapangan bola soska Nagari koto baru baru kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat kemarin (17/12) melakukan ritual Adat, dan acara tersebut dilakukan oleh semua masyarakat mulai dari orang dewasa hingga anak – anak kecil, Acara adapa apa ya ?

BENY ROSKA, Sijunjung Sumatera Barat

Masyarakat Nagari Koto Baru Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ternyata sedang menggelar Ritual (bakawu) adalah ritual nenek moyang terdahulu yang ada di Nagari tersebut, dalam arti meminta kepada sang Pencipta, Allah SWT agar apa yang dilakukan oleh warga Nagari Koto Baru hasilnya lebih bagus, seperti bertani, apapun yang di tanam hasilnya banyak dan berlimpah ruah, mulai dari padi, jagung, cabe, karet dan lainnya hasilnya lebih bagus dari yang sebelumnya, maka dari itu acara tersebut dilakukan setiap tahun.

Selain itu, ritual Bakawu ini pun ritual Tolak – Bala agar Nagari tersebut dijauhi dari musibah bencana, seperti longsor, banjir, maksiat, dan lainnya yang dilarang oleh ajaran Agama Islam.

Ben 2

Acara Adat Bakawu tersebut sudah ber abad- abad dilakukan di Nagari Koto Baru yang di pimpin oleh pembuka adat dan di saksikn oleh masyakat dan penjabat Nagari, Kapolsek dan tamu undangan lainya.

Menurut Wali Nagari Koto Baru, Fendri ketika berbincang-bincang dengan Kobar News mengatakan bahwa acara ini selain untuk (Bakawu) juga untuk silahturahmi semua masyarakat Koto Baru agar kekompakan dan persaudaraan yang diajarkan orang tua terdahulu juga dijaga sampai kegenerasi berikutnya.

Ben 4

“Tradisi Adat Bakawu ini harus selalu dilestarikan oleh generasi kedepanya agar anak cucu kita tidak lupa dengan adat yang ada ditempat kita ini,” harap Fendri.

Di dalam acara (bakawu) ini ratusan ibu-ibu membawa bermacam-macam masakan dan makanan seperti rendang, gulai daging, kalii ayam, gulai belut, sambal petai, sambal jengkol, onde-onde, kucuik, lemang, nasi salomak, kalamai, raga-raga dan aneka makanan lainnya yang dihidangkan dalam acara itu untuk dimakan bersama setelah selesai acara (bakawu) berdoa dan selawat. (x)

Ben 3

TINGGALKAN KOMENTAR