Dewan Pesimis Target Partisipasi Pemilih Tercapai, Kenapa ya?

0
208
Ketua Komisi A DPRD Kalteng, Y. Freddy Ering

Kobar News, Palangka Raya – Ketua Komisi A DPRD Kalimantan Tengah, Y Freddy Ering, mengatakan pemilu kali ini cukup rumit karena banyaknya aturan yang ditetapkan. Dirinya pesimis target partisipasi pemilih mencapai 70 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan umum legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilangsungkan April 2019 mendatang.

Hal tersebut menjadi perhatian, pasalnya, selain minim sosialisasi, alat peraga kampanye (APK) di sejumlah kabupaten/kota banyak yang belum dipasang oleh penyelenggara pemilu.

“Masyarakat perlu disosialisasikan secara intensif, karena kalau kita melihat pemilu kali ini cukup rumit. Mengapa harus ada sosialisasi agar memberikan pendidikan politik untuk masyarakat,” ungkap Freddy saat dibincangi wartawan digedung Komisi DPRD Kalteng, Rabu (12/12).

Pihak Komisi pemilihan umum (KPU), lanjut legislator PDI Perjuabgan ini harus melaksanakan sosialisasi yang intensif, disamping dilakukan oleh seluruh partai politik. Salah satu yang disebutkannya adalah masalah kertas surat suara yang akan digunakan pada pencoblosan yang akan dilangsungkan April mendatang. Sampai sekarang ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hal itu.

“Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, apakah mereka sudah paham berapa kali mereka mencoblos nantinya, berapa kertas surat suara yang digunakan, kertas suara warna biru itu apa, kuning itu apa. Banyak masyarakat yang bingung, belum tahu kalau pencobloson nanti itu adalah lima kartu,” tegas legislator dari PDI Perjuangan ini.

Pihaknya juga meminta agar dalam pelaksanaan pemilu ini pihak penyelenggara, termasuk Panswalu tidak terlalu kaku dalam memahami aturan yang ada. Agar partisipasi masyarakat dalam pemilu ini bisa sesuai dengan yang diharapkan.

“Faktor lain mungkin saja waktu yang terlalu panjang, kemudian ada beberapa penyelanggara pemilu termasuk panwas yang salam memahami aturan mengenai pemasalah atribut, baik Baliho, Bener dan sebagainya, janganlah terlalu kaku,” pungkasnya

Anggota DPRD Kalteng dari Dapil Kalteng V meliputi Pulang Pisau dan Kapuas mengkhawatirkan lagi, jika hanya satu yang dicoblos oleh masyarakat, maka disinyalir aka nada peluang kertas surat suara lainnya yang akan disalahgunakan, karena terciptanya celah-celah pelanggaran. (ta/One)

 

TINGGALKAN KOMENTAR