Kadisnakertrans Kalteng Sampaikan Kuliah Lapangan pada Mahasiswa UMP, Tentang Apa?

0
318
Kadis Nakertrans Provinsi Kalteng, Ir. R. Syahril Tarigan saat memberikab Kuliah Lapangan kepasa mahasiswa UMP di Aula Disnakertrans Kalteng, Rabu (21/11).

Kobar News, Palangka Raya – Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah kedatangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) jurusan Administrasi Negara dalam kegiatan Kuliah Lapangan Mahasiswa UMP.

Kedatangan mahasiswa ingin mengetahui Kondisi Tenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kedatangan Mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kalteng Ir. Rivinaus Syahril Tarigan, Rabu (21/11) di Aula Disnakertrans Kalteng.

Kepala Disnakertrans Kalteng, Ir. R Syahrul Tarigan, dalam memberikan kuliah lapangannya kepada mahasiswa UMP terkait Kondisi Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Tengah menurutnya sampai saat ini cukup bagus.

“Per bulan Agustus 2018, angka pengangguran terbuka di Kalteng sebesar 4,01 persen. mengalami kenaikan karena sebelumnya pada bulan april sebesar 3,11 persen saja. Kenaikan ini masih wajar sebab adanya kelulusan para pelajar maupun mahasiswa. Apalagi lapangan kerja kita kan cukup tersedia, memang yang diperlukan itu adalah keterampilan dari pekerja kita supaya bisa menyerap lapangan kerja yang ada ,”ungkap Syahril kepada Kobar News.

Syahril menjelaskan, Kondisi Ketenagakerjaan secara umum yaitu dengan jumlah penduduk sebanyak 2,6 juta orang, jumlah dari angkatan kerja banyak 1,9 juta orang. Penduduk bekerja 1,3 juta orang dengan jumlah pengangguran 54.000 orang. Namun tingkag partisipasi angkatan kerja sekitar 70,03 persen.

“Kemarin kita ada penilaian indeks pembangunan Ketenagakerjaan. Nilai yang kita peroleh 66,68 dan secara Nasional berada di urutan ke lima,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Disnakertrans Kalteng mendorong untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mengahadapi Era Ekonomi Digital dan Industri 4.0, terutama pada kualifikasi pendidikan dan keterampilan yang tinggi maka kebijakannya dengan pengembangan vokasi.

Selain itu juga, pendudukan usia muda dengan kreativitas yang tinggi maka kebijakan memanfaatkan momentum bonus demografi tersebut. “Saat ini, harus berbenah untuk mengahadapi hal tersebut karena saag ini sudah dizaman era digital sehingga dapat mempercepat pembangunan ekonomi,”pungkasnya.

Syahril juga berharap para mahasiwa UMP dapat menyiapkan juga untuk bonus demografi ekonomi digital dan Industri 4.0 sehingga setelah lulus nanti dapat langaung memiliki pekerjaan bahkan bisa menciptakan lapangan kerja nantinya. (ta/One).

TINGGALKAN KOMENTAR