Penumpang Lion Air PK-LQP Manado-Denpasar Melihat Kejanggalan

0
541
Pesawat Lion Air PK-LQP sehari sebelum musibah kecelakaan di Tanjung Karawang, terbang route Bandara Sam Ratulangi Manado tujuan Denpasar Bali dan Jakarta, Minggu (28/11)
Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kobar, Ahmad Hudawi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Rosihan Pribadi saat turun dari Pesawat di Denpasar Bali dan akan mengikuti pesawat berikutnya tujuan Jogjakarta, tampak lingkaran yang bertuliskan register pesawat LQP
Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kobar, Ahmad Hudawi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Rosihan Pribadi saat turun dari Pesawat di Denpasar Bali dan akan mengikuti pesawat berikutnya tujuan Jogjakarta, tampak lingkaran yang bertuliskan register pesawat LQP

 

Kobar News, Pangkalan Bun – Salah satu penumpang Lion Air PK-LQP dari Bandara International Sam Ratulangi Manado tujuan Bandara International Denpasar Bali, Minggu (28/10), Ahmad Hudawi yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN ) Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan kabupaten Kotawaringin Barat, merasakan ada yang kurang beres terhadap pesawat yang keesokan harinya jatuh di Tanjung Karawang Jawa Barat.

Menurut percakapan Ahmad Hudawi dengan Media Kobar News, Minggu malam (04/11), bahwa sejak perjalanannya dari Bandara Sam Ratulangi tujuan Bandara Denpasar Bali, dirinya merasakan hawa di dalam pesawat itu sangat panas dan Air Condisioner (AC) seolah tidak berfungsi.

“Udaranya sangat panas, tidak seperti layaknya pesawat yang sedang terbang, dingin, dan kali ini tidak ada dinginnya sama sekali,” ujar Ahmad Hudawi yang menempati kursi 16A yang bersebelahan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Ir.H.Rosihan Pribadi yang menempati kursi 16B.

Setibanya di Bandara Denpasar Bali, Baik Ahmad Hudawi maupun Rosihan Pribadi, beralih pesawat yang juga Lion Air tujuan Jogjakarta, kurang lebih pukul 11.00 WIB, sedangkan Pesawat Lion Air PK-LQP yang seharusnya berangkat ke Jakarta melakukan delay, karena adanya kerusakan (menurut informasi) dan sore harinya baru berangkat ke Jakarta.

Keesokan harinya, Ahmad Hudawi termenung, mendengar berita Whatsapp (WA) dari Kepala KSOP Kelas IV Kumai, Capt.Wahyu Prihanto adanya kecelakaan pesawat Lion Air yang ia tumpangi sehari sebelumnya, “Astaghfirulahalazim”, katanya kaget, apa yang terjadi dengan yang ia rasakan berdampak lebih buruk lagi.

Dia-pun menuturkan, kalau dirinya tidak sengaja berselfi saat turun dari maskapai naas tersebut, hingga terlihat registrasi pesawat tersebut yng bertuliskan LQP pada penutup roda ban pesawat tersebut.

Hudawi berharap, kejadian kecelakaan pesawat terbang ini cukup sampai disini saja, dan untuk operator pesawat untuk selalu menjaga keselamatan, baik pesawat itu sendiri dan yang lebih utama keselamatan para penumpang. (One)

TINGGALKAN KOMENTAR