Edy Rustian : Pemkab Kobar Segera Evaluasi Hasil Porprov XI di Muara Teweh

0
463
Edy Rustian

Kobar News, Palangka Raya – Menjelang akhir pelaksaaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Kabupaten Barito Utara, pada Tanggal 19 – 27 Oktober 2018. Perolehan mendali Kontingen Kabupaten Kotawaringin Barat mendapat sorotan Ketua 1 Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kalteng, Edy Rustian.

Menurut Edy Rustian yang juga Putra Asli Kotawaringin Barat, sampai hari ini (25/10) Kabupaten Kotawaringin Barat menduduki juru kunci klasemen sementara perolehan mendali.

“Saya sangat prihatin dengan hasil ini. Sebagai Kabupaten yg maju dan berkembang semestinya akan selaras dengan kemajuan pemuda dan olahraganya.
Pemkab Kobar harus segera melakukan evaluasi terhadap pembinaan para atlitnya,” ungkapnya dalam rilis yang di terima wartawan Kobar News, Kamis (25/10).

Edy juga meminta kepada Pemkab Kobar harus menjadikan hasil Porprov XI Tahun 2018 ini bahan koreksi Pemerintah, KONI dan semua stakeholder di Kobar sehingga olahraga Kobar bisa lebih maju.

“Harus menjadi perhatian serius ialah bagaimana optimalisasi ketersediaan sarana dan prasana olahraga, pemerintah harus berani meningkatkan alokasi anggaran untuk penyediaan fasilitas olahraga karena di Kobar sesungguhnya banyak atlit yang potensial tapi apabila tidak di dukung dengan fasilitas yang cukup tentu sulit untuk berprestasi,”Ucapnya.

Dirinya mendukung agar Kobar menjadi tuan rumah pada PORPROV XII 2022 yang akan datang, kalau Barito Utara saja bisa tentu Kobar lebih siap untuk menjadi tuan rumah dan siap untuk target juara Umum nantinya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kobar, Ahmadi Riansyah mengatakan, terpuruknya prestasi atlet Kobar di Porprov Kalteng sehingga dalam klasemen perolehan medali sementara berada di dasar murni bukan kesalahan para atlet atau organisasi.

“Melainkan kami akui bahwa hal tersebut merupakan kesalahan dan tanggungjawab kami selaku Pemkab Kobar. Ini disebabkan beberapa hal yang membuat prestasi anjlok,”ungkap Ahmadi.

Diantaranya, tidak teranggarkannya dana pembinaan bagi atlet pada tahun 2018. Sehingga sebaik dan sepotensi apapun atlet yang dimiliki tanpa didukung anggaran yang cukup untuk pembinaan, maka sangat mustahil dapat memperoleh target capaian perolehan mendali yang diinginkan.

“Kepedepan kita harus memberikan fasilitas pendukung dan penunjang olahraga yang memadai bagi atlet, kemudian menjamin tersedianya anggaran untuk pusat-pusat pelatihan bagi atlet-atlet cabor andalan yang memiliki potensi meraih mendali disemua ajang khususnya Porprov Kalteng ini,”paparnya.

Menurut Ahmadi, tidak dialokasikannya operasional KONI sebagai organisasi yang bertanggungjawab dan bertugas menaungi dan melakukan pembinaan beberapa cabor di Kobar tentunya membuat organiasi KONI tidak akan mampu berjalan maksimal. Kedepan porsi anggaran yang cukup akan menjadi perhatian kita bersama. (ta/One)

TINGGALKAN KOMENTAR