Belajar Dari Kegagalan Pak De Kumis Berhasil Dengan Nasi Kucing

0
635
Sarmin, pedagang Angkringan Nasi Kucing Pertama di Pangkalan Bun sejak Tahun 2006, bersama penulis Irwanudin

Kegagalan dalam berusaha tidak menjadikan seseorang itu patah semangat, dan kegagalan itulah membuat Pa De “Kumis” Sarmin dan Istrinya Parmini bangkit dengan memulai usaha yang belum ada di Tahun 2006, Usaha apa yang digeluti Pasutri Sarmin dan Pasutri ?

IRWANUDIN, SH Pemimpin Umum Kobar News

Dalam kehidupan ini kita tidak mengetahui seseorang itu bagaimana kehidupannya kedepan, katanya dunia itu berputar, ada yang awalnya susah dan ada pula yang awalnya senang, kaya kemudian jatuh miskin atau sebaliknya, itulah kehidupan.

Sebagaimana yang dilakoni Pasangan Suami istri, yang awalnya merantau ke Kota Pangkalan Bun Kalimantan Tengah Tahun 2004, tidak mempunyai bekal keterampilan, hanya bermodalkan nekad untuk bisa merubah nasib. Mereka hanya bisa berjualan buah buahan, namun dijalani selama dua tahun sejak 2004-2006.

Semuanya menurut Sarmin yang kini berusia 58 Tahun, usaha buah-buahannya bangkrut “KO” katanya, bahkan menyisakan utang, dan beruntungnya utang tersebut dapat terlunasi dengan sebuah usaha yang digelutinya sekarang.

Usaha Angkringan “Nasi Kucing” lah merupakan usaha yang belum ada sama sekali di Pangkalan Bun Tahun 2006, bahkan belum ada satupun di Kalteng ini, dimulai dengan menjual nasi yang dibungkus kertas dengan ukuran sekepal dan didalamnya ada ikan teri atau tempe dan atau telur yang diracik ditambah sambal di dalamnya.

“Saya melihat dulu, orang pada malas dengan makan nasi terlalu banyak pada malam hari, dan nasi kucing ini pula pengalaman jualannya orang jawa,” ungkap Sarmin.

Sarmin dan Parmini tidak sendirian dalam mengelola usaha Nasi Kucing yang stay di depan Bali Indah Studio Foto jalan Pangeranh Antasari Kelurahan Baru Pangkalan Bun, atau disamping Masjid Besar Surajul Muhtadin, mereka berdua dibantu oleh tiga orang putranya beserta ketiga menantunya.

Berawal bermodalkan jutaan rupiah dan bahkan satu kali jualan sejak Pukul 16.00 WIB hingga Pukul 24.00 WIB, bisa menghabiskan modal belanja ke Pasar Rp 2 juta, namun tidak disebutkan nilai keuntungan, “Itu rahasia,” ujar Sarmin sambil berkelakar.

Dia menyebutkan, kalau ketiga putranya sudah dibuatkan masing-masing sebuah rumah, dan ditambah dengan rumah milik Sarmin di Pangkalan Bun ini yang tidak jauh dari tempatnya berusaha Angkringan Nasi Kucing, berikut ada juga sayap, ceker, kepala, hati, dan usus yang semuanya dari ayam serta terfavorit minuman khasnya “Air jahe”.

Keuntungan lain dari berusaha Angkringan Nasi Kucing ini, mereka sekeluarga telah memiliki lahan yang luasnya 1600 meter persegi, yang lokasinya tepat bersebelahan dengan pabrik mebeler milik Presiden RI, Jokowi, dan bahkan telah ditawar oleh seorang warga yang nilainya Rp 1,4 miliar, namun dirinya menginginkan nilainya Rp 1,8 miliar itupun kalau orang mau.

Sarmin dan keluarga, tidak hentinya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah diberikan keberkahan dalam hidupnya, hingga bisa memberikan kehidupan bagi keluarganya dan sukses dalam berusaha. (x)

Unihealth 2Sopian Alat VitalGamma FB_IMG_1535879238052

TINGGALKAN KOMENTAR