Tradisi Tiga Hari Baca Doa Akasyah Awal Bulan Muharram

0
251
Pengurus Masjid Baitussyakur saat membacakan Doa Akasyah dan dengan makanan beerupa Ketupat Maklambih, selama tiga hari awal Bulan Muharram

Kobar News, Pangkalan Bun – Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendengungkan bacaan Doa Akasyah selama tiga hari berturut-turut, terutama setelah (Ba’da) Shalat Isya oleh jamaah dihampir semua masjid. mushalla dan langgar. Terlebih warga dengan menyuguhkan ketupat berbentuk lpeh (Betina) dan Lonjong (Laki), baik dibuat dari ketan maupun nasi.

Menurut Ketua Pengurus Masjid Baitussyakur Pangkalan Bun, yang berada di depan Lapangan Tugu, Gusti Muhammad Alimudiinsyah, bahwa pembacaan doa Akasyah ini disertai dengan ketupat dengan istilah maklambih ini merupakan kebiasaan para Raja dan Sultan Kutaringin yang pernah bertahta setiap awal Muharram.

“Dulu Masjid ini merupakan Langgar diberi nama Raja Iyah, disinilah setiap Buloan Muharram Tahun Islam dibacakan Doa Akasyah sebagaimana yang dilakukan Baginda Rasulullah dan para sahabatnya, namun kalau kebiasaan di Kobar ini selalu dengan makanan Ketupat maklambih,” jelas Gusti Alimudinsyah yang kerap disapa Busu Alim kepada Kobar News, Selasa kemarin (11/09) usai membacakan doa tersebut.

Menurutnya, kita hendaknya berdoa Akasyah ini dengan melestarikan dengan Ketupat maklambih, ini hanya simbol budaya selamatan, agar kita bisa berkumpul bersilaturahmi, dan memohon dijauhkan dari Bala, Penyakit (Penggoring), dan meminta agar daerah ini terjaga dan berkembang menjadi kota yang sangat besar. (One)

FB_IMG_1535879238052 Gamma Sopian Alat Vital

 

TINGGALKAN KOMENTAR