Diduga Penggelapan CPO Marak

0
992

IMG-20180106-WA0109

Pangkalan Bun, Kobar News – Maraknya aksi penggelapan minyak Curd Palm Oil (CPO) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah (Kalteng) dikeluhkan oleh para pengusaha transportir pengangkutan CPO.

Diduga ton-an minyak CPO tersebut dijual kepada penadah – penadah (penampung) minyak CPO yang terdapat di Pangkalan Lada, sekitar kawasan Bundaran Jagung dan Kumai.

Kasus terakhir pencurian minyak CPO dialami salah satu transportir pengangkut minyak CPO di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat. Satu tangki minyak CPO bermuatan penuh setara 7100 kiloliter senilai Rp70 juta raib digelapkan oleh sopir perusahaan ke penampung.

Peristiwa tersebut terungkap ketika ada laporan dari masyarakat yang merasa curiga keberadaan  mobil tangki yang sudah dua hari terparkir di Jalan Iskandar, tepatnya di depan Kampus Untama, Pangkalan Bun.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata truk tangki CPO tersebut sudah dalam keadaan kosong, pihak transportir segera berkoordinasi dengan perusahaan di pelabuhan Kalap dan diperoleh keterangan bahwa truk tangki tersebut tidak ada bongkar muatan.

“Ini bukan kejadian yang pertama tetapi terus berulang – ulang, kasus penggelapan ini sudah kita laporkan ke Polres Kobar,” ujar perwakilan perusahaan transportir pengangkutan CPO, PT MDP, Hendri Wijaya, Senin kemarin (09/04).

Menurutnya, bahwa berdasarkan Delivery Order (DO), bahwa mobil tangki tersebut berangkat pada Tanggal 2 April 2018 untuk mengambil dan memuat CPO dari perusahaan besar swasta, dengan tujuan bongkar muat di Pelabuhan Kalap.

Ia juga mengungkapkan bahwa diduga minyak – minyak CPO yang digelapkan oleh para sopir tersebut dijual ke penadah dan dikirim keluar melalui kontainer dari Pelabuhan Kalap, Kecamatan Kumai bercampur dengan pengiriman minyak kotor (Miko).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kobar, AKP Tri Wibowo saat dikonfirmasi menegaskan bahwa dalam kasus tersebut pihaknya masih melihat perkembangannya terlebih dahulu. Saat ditanyakan bahwa kejadian tersebut terjadi berulang – ulang bahkan ada pelaku yang sudah dipidana, sementara para penadahnya seakan tidak terungkap, pihaknya akan melihat perkaranya terlebih dahulu.

“Kita lihat perkembangannya dan melihat perkaranya terlebih dahulu.” ujar Kasatreskrim.

Sementara itu, dari pantauan Kobar News dibeberapa lokasi penampungan minyak di sekitar kawasan pelabuhan Kalap, secara masif banyak terlihat truk – truk tangki yang sedang kencing (mengeluarkan minyak) dan ditampung di galon – galon 20 liter. ( Memet/One)

TINGGALKAN KOMENTAR