Pendapatan RSUD Imanudin Pangkalan Bun Menurun

0
1195
Wakil Bupati Kobar dan Ny.Mina Irawati Ahmadi Riansyah, Wakil Ket6ua DPRD Kobar, Mulyadin serta Kepala SOPD menjenguk pasien RSSI dalam rangka anjangsana HUT Ke-58 Kabupaten Kotawaringin Barat

iKLAN 1-2

Kobar News, Pangkalan Bun – Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanudin (RSSI) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Tahun 2017 ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Plt Direktur RSUD SI Pangkalan Bun Fauzan, menurunnya jumlah pendapatan tersebut bukan disebabkan oleh menurunnya jumlah pasein yang berobat, melainkan karena banyaknya jumlah pasien yang menggunakan BPJS, baik pasien rawat inap maupun rawat jalan.

“Kalau jumlah pasien justru mengalami peningkatan, baik pasien rawat jalan maupun rawat inap,” kata Fauzan, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Anjangsana dalam rangka HUT Ke-58 Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (2/10) di RSSI Pangkalan Bun yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kobar.

Dijelaskan Fauzan, pasien pengguna BPJS mencapai 90 persen dari jumlah pasien yang berobat di RSSI. Membeludaknya pasien BPJS, khususnya untuk rawat jalan dapat dilihat setelah awal pekan atau Hari Selasa dan seterusnya. Mulai Hari Selasa – Sabtu, rata-rata pasien mencapai 300 sampai 400 pasein yang menggunakan pelayanan jasa RSSI. “Karena mereka (pasien) Hari Senin atau Senin malam meminta rujukannya ke Puskesmas atau dokter mereka,” imbunya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kobar, Akhmadi Riansyah mengatakan, bagi rumah sakit, khususnya RSSI, pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama. Terkait pendapatan, pihak RSSI juga diminta inovatif. “Ada tiga komponen pendapatan rumah sakit yang bisa dioptimalkan. Pertama adalah anggaran dari Pemerintah Pusat, ke dua dari pasien, dan ke tiga dari pihak ketiga,” ujar Akhmadi, dengan demikian, lanjutnya, RSSI tidak terlalu mengandalkan APBD Kobar dalam operasionalnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Wakil Ketua II DPRD Kobar, Mulyadin. Menurutnya profit dalam layanan rumah sakit nomor dua, yang diutamakan adalah pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat. “Akibat membeludaknya pasien BPJS, lalu pendapatan rumah sakit menjadi menurun, kita bersama-sama menyadari dan menerima ini. Yang utama adalah memberikan pelayanan terbaik, profit nomor dua. Jadi jangan berorientasi pada keuntungan semata,” tukas Mulyadin. (Tumarno/One)

Re Iklan iZaura

TINGGALKAN KOMENTAR