Heboh….Warga Sei Bakau Menemukan Benda Diduga Bom Pesawat

0
1224

Kobar News, Pangkalan Bun – Warga RT. 9, RW. 2, Desa Sei Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (04/09) sekitar Pukul 12.00 WIB, dihebohkan dengan penemuan benda diduga Bom pesawat, peninggalan jaman perang.

Benda diduga Bom pesawat tersebut pertama kali ditemukan oleh 2 orang, Anang Patin (55), Ardiansyah (25), ayah dan anak, saat ingin mencari madu di daerah rawa hutan pohon nifah, Desa Sei Bakau, Senin (04/09) kemarin.

Informasi yang didapat awak media di lapangan, benda diduga Bom pesawat tersebut diketahui memiliki diameter 46 Centimeter, dengan panjang sekitar 1,5 Meter, dan berat sekitar 200 Kilogram.

Menindaklajuti penemuan benda asing tersebut, Kepala Subden 2 Detasemen B Pelopor Polda Kalteng AKP Richard, beserta 5 Personil anggota Subden 2. Selasa (05/09), langsung memimpin pencarian benda yang diduga Bom tersebut.

KaSubden 2 Detasemen B Pelopor Polda Kalteng AKP Richard, menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan dan belum bisa menyimpulkan secara pasti benda asing yang ditemukan tersebut.

“Jika warga menyebutnya meriam, kalau dari spesifikasi kita belum melihat ada tanda-tanda seperti meriam. Kalau kita sebut bahan peledak (handak), kita juga belum bisa menemukan kepalanya (pemicu ledakan), apa memang itu sudah meledak atau belum,” ujar AKP Richard, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (05/09) siang.

Kalau dari tanda-tandanya, AKP Richard melanjutkan, itu adalah bagian terpisah. Karena informasi awal yang didapat dari warga ada dua bagian bagian, bagian pertama sudah diperiksa, sedangkan bagian kedua belum ditemukan, karena berjarak 200an meter dari lokasi awal penemuan, dan medan yang dilewati juga cukup sulit rawa sedalam setengah meter.

“Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan, jika sudah kita temukan bagian kedua dan merupakan satu bagian dengan (benda) penemuan yang pertama baru bisa kita simpulkan, apakah itu bom, roket, atau bahan peledak lainnya,” ujar AKP Richard.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak sembarang untuk mendekati lokasi dan menyentuh langsung penemuan benda asing tersebut. Termasuk larangan warga pemilik Arloji, Handphone (bahan logam) untuk mendekati lokasi, karena dapat menjadi pemicu ledakan.Igo/One)

TINGGALKAN KOMENTAR