Wartawan Kobar Gelar Aksi Solidaritas, Kecam Oknum Kapolres Way Kanan

0
1219

aksi 2

Kobar News, Pangkalan Bun – Organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kotawaringin Barat (Kobar), beserta puluhan wartawan yang bertugas di Kobar, menggelar aksi damai di Bundaran Pancasila, Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (29/08) sore.

Aksi turun kejalan kali ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan se-profesi yang sebelumnya diduga dilecehkan oleh Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan, saat awak media sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya peliputan berita terkait, massa pendukung dan penolak angkutan batu bara di Kampung Negeribaru, tepatnya di simpang 4 Blambangan Umpu, Way Kananpada Minggu 27 Agustus 2017 kemarin.

Tidak tanggung-tanggung dalam orasinya wartawan meminta agar Kapolri moncopot jabatan Kapolres Way Kanan, dan mengusut tuntas dugaan kasus pelecahan profesi kepada wartawan tersebut.

Salah satu perwakilan wartawan Budi Baskoro mengungkapkan meski kekerasan yang terjadi di Way Kanan adalah kekerasan verbal yang sudah mengintimidasi teman-teman wartawan sehingga kita melakukan aksi ini.

“Untuk mengingatkan kembali tidak hanya kepada Polisi tetapi juga kepada publik bahwa profesi wartawanmaupun Polisi adalah yang paling diperlukan dalam negara Demokrasi sebagai fungsi pengawasan,” kata Budi, di sela-sela orasinya.

Sementara itu, Ketua PWI Kobar Tumarno mengatakan, pelecehan profesi yang dilontarkan oleh Kapolres Way Kanan, sangat merugikan jurnalis karena secara terang-terangan menyebut wartawan dengan perkataan yang tidak pantas.

“Aksi ini bukan untuk men-judge Institusi tertentu melainkan untuk menunjukkan solidaritas kita terhadap rekan se-profesi, ini adalah bentuk kepedulian kita sesama pewarta, agar mengawal terus kasus dugaan pelecehan profesi terhadap wartawan,” kata Tumarno usai kegiatan aksi solidaritas di Bundaran Pancasila, Selasa (29/8) sore.

Aksi damai solidaritas terhadap wartawan berakhir dengan pengumpulan ID Card dari masing-masing media, sebagai tanda masih adanya upaya-upaya untuk menghalangi wartawan dalam menjalankan tugasnya sebagai penyampai informasi kepada publik. (Igo/One)

TINGGALKAN KOMENTAR