Ayah Tega Aniayanya Anak Sejak SMP Hingga SMA

0
820

IMG-20170817-WA0014

Kobar News, Pangkalan Bun – Seorang ayah Sugianto alias Anang Gogok alias Gondes (40), dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri, NP (15) warga RT 11, Desa Sei Kapitan, Sei Sintuk, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ke Polisi lantaran tidak tahan lagi menerima siksaan dari sang ayah yang sudah dirasakannya sejak duduk di bangku kelas 1 SMP.
Anang Gogok yang dikenal warga sekitar sebagai preman akhirnya diringkus petugas kepolisian dikediamannya karena diduga melakukan tindak kejahatan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Sabtu (19/08).
IMG-20170817-WA0015
Penganiayaan yang dilakukan oleh Anang terhadap anaknya NP, sudah terjadi sejak 4 tahun lalu, ketika NP, masih duduk di bangku kelas satu SMP, penganiayaan terus terjadi hinga, puncaknya pada Sabtu (19/8) kemarin, NP yang saat ini sudah duduk di bangku SMA tak tahan lagi dengan perlakuan ayahnya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.
Kejadian bermula saat NP, berpapasan dengan ayahnya yang ingin membawanya pulang lantaran NP, tidak pulang kerumahnya Sejak beberapa waktu terakhir karena telah diungsikan kerumah bibinya akibat sering disiksa sang ayah. Karena trauma dan takut terhadap perlakuan ayahnya NP, lari ke sebuah warung untuk minta pertolongan, namun pemilik warung justru menjadi sasaran kemarahan Anang Gogok, dengan merusak warungnya.
iklan Korindo RI
Usai merusak warung, Anang Gogok kembali menghampiri NP ia ditendang, dan  dipukul pada bagian kepala serata lengannya disayat pisau, NP tak tahan menerima penyiksaan dari sang ayah kandungnya lalu pingsan. Tak berhenti disitu saja NP, yang pingsan kemudian justru diikat Anang Gogok, dan dibawa pulang kerumah.
“Saat sadar dari pingsan saya sudah dalam keadaan terikat, lalu saya melepaskan ikatan, namun ayah tahu dan saya kembali di injak-injak, hingga ditolong oleh bibi dan tetangga,” kata NP, menjelaskan  kepada awak media. Senin (21/08) siang.
Iklan Anzon RI
Sementara itu, Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB), Zaenah, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan kepada Korban NP.
“Langkah awal kita akan melakukan pendampingan terhadap NP, guna memastikan kepada pelaku (ayah NP) bisa dijerat dengan hukum yang tegas dalam kasus ini,” ujar Zainah, Senin (21/8) siang.
Iklan Astra RI
Zainah melanjutkan, Dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 khusus kekerasan terhadap anak apalagi mengakibatkan pengaruh fisik dan psikis ada sangsi hukum tegas yang mengaturnya. (Igo/One)
Iklan Hamdani RI

TINGGALKAN KOMENTAR