Kobar Dapat Bantuan Alsintan Dari Pemerintah Pusat

0
635

Kobar News, Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menerima bantuan dari Pemerintah Pusat berupa 24 unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan), yang diperuntukkan bagi para petani di Kobar.

Alsintan berupa Traktor roda empat 4 unit, Hand Traktor 9 unit, Pompa Air 5 unit, Konseler Pemipil Jagung 5 unit dan Combain Harvester Kecil 1 unit ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kobar Hj, Nurhidayah kepada 23 kelompok tani dengan disaksikan langsung oleh Anggota Komisi IV DPR Republik Indonesia (RI), Hamdani, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) dan unsur Forkopimda di halaman kantor DTPHP, Selasa (15/8).

Bupati Kobar, Hj Nurhidayah mengatakan, dengan adanya bantuan ini, Pemkab Kobar mengimbau dan mengajak poktan dan masyarakat petani untuk memanfaatkan bantuan Alsintan tersebut sebaik-baiknya guna meningkatkan hasil usaha tani.

“Manfaatkan mesin pengola tanah untuk mengatasi adanya kesulitan membuka lahan, akibat adanya larangan membuka lahan dengan membakar, kemudian optimalkan bantuan Alsintan untuk mengolah lahan secara serempak, sehingga dapat meminimalisir gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),” kata Bupati disela-sela sambutannya saat penyerahan Alsintan kepada poktan di halaman kantor DPTHP, Selasa (15/8) siang.

Semetara itu Anggota Komisi IV DPR Republik Indonesia (RI) Hamdani mengatakan, DPR-RI sepakat dalam menghadapi karhutla 2017 dengan memberikan sejumlah solusi diantaranya, pemberian bantuan Alsintan kepada para petani di Indonesia, khususnya Kabupaten Kotawaringin barat.

“Kita berharap pada petani dengan adanya alat ini mereka bisa menggunakan alat tanam padi sistem otomatis, agar kebakaran lahan yang salah satunya disebabkan oleh pembukaan lahan dengan cara dibakar, bisa diantisipasi jauh-jauh hari. (Alsintan) Ini otomatis bisa dipakai lahan basah maupun kering, tak hanya itu bantuan Alsintan ini diharapkan bisa menambah hasil produksi petani,” kata Hamdani, usai kegiatan penyerahan Alsintan.

Ia menambahkan, DPR-RI bersama Kementrian Pertanian, sudah berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi para petani agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar, salah satunya dengan menganggarkan untuk pengadaan alat pencabut tunggul atau bahan zat kimia lain untuk membantu menghancurkan tunggul guna membantu mempermudah petani dalam mecetak sawah baru. (Igo/One)

TINGGALKAN KOMENTAR