Lounching Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla DAOPS Palangka Raya

0
1015
Plt. Kepala balai pengendalian perubahan iklim dan kebakaran hutan dan lahan wilayah kalimantan, Nugroho Fazar Arianto saat melepas resmi Launching Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di Palangka Raya didampingi Kapolsek Sebangau, Ipda Priyo Mulyono. (11/08)

iKLAN 1-2

Re Iklan iZaura

Kobar News, Palangka Raya – Balai pengendalian prubahan iklim dan kebakaran hutan dan lahan (BPPIKHL) wilayah kalimantan pada Jumat (11/08) menggelar Apel lounching patroli terpadu yg melibatkan manggala Agni dari TNI, Polres Palangka Raya, dan masyarakat.

BPPIKHL untuk seluruh Kalimantan membawahi 15 Daerah Operasi (DAOPS) salah satunya di Palangka Raya, yang mana DAOPS Palangka Raya meliputi wilayah operasi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.

Manggala Agni DAOPS Palangka Raya yang dibawah kementrian lingkungan hidup dan kehutanan melaksanakan lounching Pencegahan Karhutla dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2017 dan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, ucap plt. Kepala Balai pengendalian perubahan iklim dan kebakaran hutan dan lahan wilayah kalimantan, Nugroho fazar arianto.

Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan bersama Manggala Agni DAOPS Palangka Raya, unsur TNI (diwakili Kodim 1016) dan POLRI diwakili Kapolsek Sebangau, Ipda Priyo Mulyono melaksanakan secara simbolis “Launching Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan untuk Wilayah Palangka Raya” di Markas DAOPS Manggala Agni Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Lokasi sasaran patroli terpadu di Kota Palangka Raya di tujuh kelurahan, sementara di 5 lokasi sasaran lainnya berada di wilayah Kabupaten Gunung Mas sebanyak 2 lokasi sasaran dan Kabupaten Katingan ada tiga lokasi sasaran.

Untuk tahap kali ini, lokasi sasaran di Palangka Raya berbasis diwilayah Kelurahan Kereng Bangkirai dan Kelurahan Kalampangan sebagai satuan wilayah dengan melibatkan sebesar-besarnya peran masyarakat setempat untuk mengamankan lingkungan masing-masing dan membentuk serta mengaktifkan posko-posko tingkat kelurahan sebagai simpul komunikasi tingkat lapangan yang akan melakukan penyampaian informasi sampai ke tingkat pusat pada Posko Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (ATT/One)

benner 2

TINGGALKAN KOMENTAR