Kabupaten Kobar Deklarasikan Anti Radikalisme dan Anti Narkoba

0
652
Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah menyematkan tanda Satgas Anti Radikalisme dan Anti Narkoba, Selasa kemarin (01/08) di aula Kantor Bupati Kotawaringin Barat

Re Iklan iZaura iKLAN 1-2

Kobar News, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bersama Polri-TNI, sejumlah tokoh masyarakat dan komunitas di Kobar. Selasa kemarin (01/08) mendeklarasikan anti Radikalisme, anti Narkoba, dan upaya penanggulangan konflik sosial masyarakat pada kegiatannya Gelora Bulan Kemerdekaan RI Gelar Merah Putih 2017. Yang digelar di Aula Kantor Bupati Kobar.

Dalam kegiatan ini perwakilan dari Polri-TNI, Pemkab Kobar, Tokoh Masyarakat, dan Komunitas disematkan pita merah putih, sebagai tanda diresmikan satgas anti Radikalisme, anti Narkoba di Kabupaten Kobar.

Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah mengatakan, Pemda berelaborasi dengan Polres, Kodim, Pemerintah Provinsi dan Pusat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan situasi Negara mulai dari tingkat Kabupaten.

“Deklarasi yang kita lakukan ini dalam rangka menumbuhkan kembali semangat kebangsaan kita, semangat kebersamaan kita, dalam kebhinekaan, dalam bingkai NKRI, agar bisa bersama-sama menatap Indonesia lebih baik kedepannya,” kata Ahmadi usai memimpin deklarasi di Aula Kantor Bupati Kobar, Selasa siang.

Sementara itu Kapolres Kobar AKBP, Pria Premos mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal kita bersama untuk memastikan kepada masyarakat bahwa banyak masalah besar yang kita hadapi terutama konflik antar sesama, untuk itu perlu komitmen kita untuk memberantas semuanya melalui deklarasi ini.

“Dengan isu-isu yang sering dihembuskan saat ini, kita sering di benturkan dengan isu-isu sara, jadi mulai detik ini kita bersama seluruh elemen masyarakat sepakat untuk tidak mudah terpengaruh dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mulai dari diri sendiri,” Kata Kapolres.

Ia menambahkan, Satgas yang dibentuk akan aktif di lingkungan masyarakat dan bisa lebih fokus terhadap tufoksi masing-masing karena melibatkan banyak pihak, diantara Pemerintah, TNI-POLRI, Masyarakat, Pelajar, Komunitas, Organisasi, Tokoh Agama, dan lainnya. (Igo/One)

benner 2

TINGGALKAN KOMENTAR