Danrem 102/Pjg Pimpin Apel Gelar Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Provinsi Kalteng Tahun 2017

0
1145

Re Iklan iZaura iKLAN 1-2

Kobar News, Kuala Kapuas – Danrem 102/Panju Panjung, Kolonel Arm M. Naudi Nurdika S.I.P ,M.si selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Kalteng, Jumat (28/07) memimpin langsung Apel Gelar Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017 yang dipusatkan di Base Camp Pabrik Kelapa Sawit PT. Graha Inti Jaya (GIJ) di Desa Manusup Kabupaten Kuala Kapuas.

Hadir dalam kesempatan tersebut Karo Ops Polda Kalteng, Kombes Pol.Tetra Megayanto Putra, SH. Dandim 1011/Klk, Letkol Inf Ahmad Syaikhu S.Ag, Kapolres Kapuas, AKBP Syahroni, Owner PT. GIJ, Yang xue ziang, Sekretaris GAPKI Kalteng Stanislaus, Plt.Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Muhammad Hatta.MM, Kepala Pusat pelaksana BPBD Prov. Kalteng. Kadis Perkebunan Provinsi Kalteng Rawing Rambang, FKPD Kabupaten Kapuas, FKPD Kabupaten Pulang Pisau, SKPD Kabupaten Kapuas, dan SKPD Kabupaten Pulang Pisau.

Adapun peserta Apel diikuti oleh 1 SSK TNI gabungan Korem 102/Pjg, Yonif 631/Atg,Kodim 1011/Klk,1SSK Kepolisian gabungan Polda kalteng, Brimob,Polres Kapuas, 1 SSK Satpol PP. Kab. Kapuas, gabungan Pemadam Kebaran,BNPB, Brigade Rescue Manggala Agni,1SST gabungan Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup, BKSDA dan tim kebakaran dari perusahaan.

Dalam sambutannya Danrem 102/Pjg menyampaikan Apel gelar kesiapsiagaan ini dilaksanakan, disamping untuk mengecek kesiapan personel dan materiil secara nyata yang akan dilibatkan dalam menghadapi dan mengatasi bencana, juga sekaligus menjadi pertanda bahwa kesiapan kita apabila sewaktu-waktu digerakkan. Berdasarkan fakta dan data bahwa bencana alam kebakaran hutan sering melanda wilayah Indonesia yaitu di Provinsi Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan di beberapa Provinsi di Indonesia sudah menjadi agenda rutin dan merupakan isu penting, karena asap yang ditimbulkan menjadi masalah nasional maupun internasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa bencana Tahun 2016 kebakaran hutan dan lahan menurun signifikan dibandingkan Tahun 2015 yang dampaknya luar biasa. Keberhasilan penanganan kebakaran hutan Tahun 2016 sebenarnya ada 2 kunci keberhasilan yaitu upaya pencegahan yang maksimal dan faktor cuaca dimana Tahun 2016 adalah kemarau basah. Musim kemarau Tahun 2017 adalah kemarau normal, dan ini adalah tantangan bersama. Sedangkan dampak dari kebakaran hutan dan lahan Tahun 2015 yang lalu berdampak pada aktifitas ekonomi yang terhenti, dampak gangguan kesehatan dan hilangnya habitat keragaman hayati yang tidak terhitung secara nilai ekonomi.

Danrem mengajak semua untuk bekerja sama dalam menaggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan tugas dan pengabdian masing-masing, satukan tekad dan semangat dengan mengerahkan seluruh daya dan upaya guna meningkatkan peran serta agar Kalimantan Tengah ini kedepan terbebas dari bencana kebakaran.

Usai Apel dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada PT. GIJ yang telah berpartisipasi dalam mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalteng. (Dani/One)

benner 2

TINGGALKAN KOMENTAR