Minta Uang Tak Dikasih, Anak Aniaya Hingga Ancam Bunuh Orang Tuanya

0
1043
Kapolsek Arsel, AKP Goy Sutanto

iKLAN 1-2

Re Iklan iZaura

Kobar News, Pangkalan Bun – Seorang pria dilaporkan ke Polsek Arsel, karena diduga melakukan pemukulan serta pengancaman terhadap inisial S, (63) yang tak lain adalah ayah kandung terduga pelaku itu sendiri, di Jalan Tjilik Riwut II, Kelurahan Madurejo, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), lantaran tidak diberi uang.

Bak, Air Susu dibalas Dengan Air Tuba, mungkin pribahasa inilah yang pantas disematkan kepada Inisial DPS, (35) Warga Bamban, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar. Ia tega menganiaya Bapak kandungan sendiri lantaran tidak menuruti keinginannya saat meminta uang sejumlah Rp. 8.000.000 kepada korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dilapangkan. Kejadian bermula saat DPS, meminta uang 8 juta kepada ayahnya. lantaran tak memiliki uang sebanyak itu, sang ayah kemudian tidak menuruti keinginan pelaku dan hanya memberi uang Rp. 700 ribu sebagai pengganti. namun sang anak tak terima lalu memukul korban serta mengancam akan menghabisi nyawa sang ayah.

Menurut salah satu sumber yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, Sang anak sudah sering memeras dan mengancam ingin membunuh ayahnya, namun

keluarga berusaha untuk sabar. sampai akhirnya pihak keluarga korban memutuskan untuk melaporkan penganiayaan yang baru saja dialami ke Polsek setempat pada Minggu, (16/07) kemarin.

“Mengancam mau bikin usus bapaknya terbuarai dan terlihat oleh saksi di belakang pinggang membawa senjata tajam, setelah di hadang oleh beberapa saksi, dia kabur dan setelah kejadian tersebut, langsung di laporkan ke Polsek Arsel,” Kata salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya lantaran takut terkena imbas dari pelaku.

Diduga sang anak memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang, sehingga tega melakukan perbuatannya tidak terpuji kepada ayah kandungnya sendiri.

Sementara itu, Kapolsek Arsel AKP Goy Susanto, membenarkan kejadian tersebut dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi termasuk korban.

“Sementara masih dalam proses, saksi-saksi masih diperiksa, termasuk korban, juga sudah diperiksa, sampai saat ini terlapor masih dalam pengejaran, karena kita cari (terduga pelaku) belum ketemu juga,” kata AKP Goy Sutanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Senin, (17/07) Sore.

Jika terbukti bersalah pelaku akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP, atas tindak pidana pemersasan disertai dengan pengancaman, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun masa kurungan penjara. (Igo/One).

TINGGALKAN KOMENTAR