Mantap….!!! Pungli Di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Terjerat OTT

0
1489
Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, S.H., S.IK., M.H saat Press Release terkait OTT tiga Tersangka Pungli di Dinas Pendidikan kabupaten Kapuas, Kamis (13/07)

iKLAN 1-2 Re Iklan iZaura

Kobar News, Kuala Kapuas – Polres Kapuas telah menangkap tangan tiga orang Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kalteng yang berinisial SP (55) dibantu oleh stafnya berinisial TI (55) dan MS (49) yang menyalah gunakan kewenangannya, melakukan Pungutan Liar (Pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah – Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dina (BOS-PAUD), ditangkap oleh Tim Saber Pungli Polres Kapuas,Selasa (10/07) lalu, saat digelar Operasi Tangkap Tangan di Aula Kantor Dinas Pendidikan Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, S.H., S.IK., M.H. saat press releasenya, Kamis (13/07) di lobi Polres mengatakan bahwa Tim Saber Pungli Polres Kapuas terlebih dahulu mengamankan tersangka TI dan MS setelah dilakukan pengembangan Tim Saber Pungli kemudian menangkap SP yang menjabat salah satu kepala bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang menjadi atasan terhadap tersangka TI dan MS.

Tersangka TI dan MS, lanjut Kapolres Kapuas, telah melakukan pungli sebesar Rp 300 ribu kepada masing-masing kepala taman kanak-kanak pada saat menandatangani dokumen naskah perjanjian hibah daerah tentang pemberian hibah dalam bentuk uang BOS-PAUD Tahun Anggaran 2017 yang selanjutnya uang hasil pungli diserahkan kepada tersangka SI selaku atasannya.

“Dari tangan tersangka berhasil diamankan uang tunai sebesar Rp 85,6 juta, dokumen naskah perjanjian hibah, satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka SP untuk menyimpan uang serta dokumen administrasi pendukung lainnya,” jelas AKBP Sachroni.

Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat empat tahun dan denda maksimal Rp 1 milyar, pungkas AKBP Sachroni Anwar. (Dani/One)

benner 2

TINGGALKAN KOMENTAR