Polres Kobar Tangkap Pengedar Ratusan Butir Zenith

0
932
Tersangka TM beserta barang bukti saat diamankan di Sat Resnarkoba Polres Kobar

IMG-20170705-WA0026

Kobar News, Pangkalan Bun – Satuan Resnarkoba Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (06/07) berhasil mengamankan seorang pengedar Obat-obatan terlarang jenis Carnofen/Zenith. Seorang pria berinisial TM (35) warga kelahiran Banjarmasin, yang tinggal di Jalan Mat Noor RT.14 Kelurahan Baru Pangkalan Bun.

Ia diamankan Satuan Resnarkoba Polres Kobar, di tempatnya bekerja Jalan Mat Noor, (sekitaran bantilan kayu), berdasarkan laporan masyarakat sekitar yang resah akan maraknya penjualan obat-obatan terlarang di kawasan tersebut.

TM yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bongkar muat kayu, tak bisa mengelak saat petugas menemukan barang bukti berupa 500 butir pil Zenith, 13 pak plastik klip, buku catatan, satu buah telepon genggam, dan uang tunai yang diduga merupakan hasil penjualan.

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos, melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Kariatmono mengatakan, dari pengakuan tersangka, ia baru menjalankan aksinya sebagai pengedar Zenith sejak 3 bulan terakhir, dengan keuntungan rata-rata Rp 70 sampai Rp 100 ribu perbox (100 butir).

“Pengakuan tersangka, ia membeli obat tersebut dari seseorang berinisial K, yang saat ini masih kita buru keberadaannya,” ujar Kasat Resnarkoba saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat, (07/07) Pagi.

Ia menjelaskan salah satu obat yang termasuk dalam daftar G, ini sebenarnya sudah tidak diproduksi lagi karena dilarang peredarannya oleh Kementerian Kesehatan RI, lantaran sering disalahgunakan oleh penggunanya.

“Menurut mereka (pengguna), obat ini dapat membantu mereka saat bekerja berat sebagai dofing, padahal itu semua tidak benar hanya sugesti saja, justru obat ini akan membahayakan bagi diri mereka jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama,” jelas Kariatmono menjelaskan kepada awak media yang hadir.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun masa kurungan penjara. (Igo/One)

TINGGALKAN KOMENTAR