Menilik Kegiatan Ramadan Madrasah Ibtidaiyah Al-Anwar Natai Kerbau

0
1285

IMG-20170527-WA0034IMG-20170530-WA0030

Kobar News, Pangkalan Bun – Kegiatan Madrasah Ibtidaiyah Al-Anwar Desa Natai Kerbau Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mempunyai nuansa yang berbeda dari kegiatan biasanya, walaupun memasuki hari libur kenaikan kelas dan bertepatan libur Bulan Suci Ramadan, semua santri santriwati, tetap masuk untuk melakukan aktivitas ibadah di madrasah tersebut.

Dalam Bulan Ramadan ini, santri – santriwati yang berjumlah 320 orang ini tetap beraktivitas bahkan memondok di sekolah tersebut, yang direncanakan selam ramadan, karena sselama Ramadan ini kegiatannya, yakni Gema Ramadan yang dilakukan seminggu sekali setiap hari Jum’at pagi, dengan mendengarkan Tausyah, Mengaji Al-Qur,an dan peragaan Busana bernuansa Islami.

BEST RAMADHAN 1ASTRA RAMADHAN 1

Begitu pula dengan aktivitas harian selama Santri – Santriwati selama memondok, yakni melakukan Shalat lima waktu, Shalat Taraweh dan Witir secara berjamaah, dan melakukan tadarusan Al-Qur,an.

Dikatakan Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Al-Anwar, Haji Khoirul Anwar, bahwa selama kegiatan Ramadan ini, Santri – santriwati sebanyak 320  yang terdiri dari santri berjumlah 160 orang dan Santriwati sebanyak 160 orang itu dibina oleh 27 orang guru.

BGA RAMADHAN2dprd RAMADHAN

“Jadi tidak hanya santri santriwati saja yang memondok, para guru juga ikut memondok, tentunya secara bergiliran yang telah kami atur jadwalnya selama kegiatan berlangsung,” ujar Anwar.

Hanya saja, lanjut Anwar, madrasah yang baru berdiri sejak Tahun 2013 atau empat tahun lalu ini, banyak sekali kekurangan fasilitas, seperti infrastruktur ruang kelas, namun telah dilengkapi dengan ruang perpustakaan dan kantin.

iKLAN 1-2Re Iklan iZaura

Dirinya akan terus berkeinginan untuk menambah sekolah tingkatan lanjutan, seperti Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah serta Perguruan Tinggi, sehingga di daerah yang hanya di kecamatan, namun kedepan mampu mencetak sumberdaya manusia yang handal, baik secara umum, terlebih dibidang agama.

Anwar menjelaskan, walaupun setiap santri – santriwati dikenai biaya SPP bagi yang mampu sebesar Rp 70 ribu, namun ada subsidi silang, dengan menggratiskan SPP bagi yang tidak mampu, untuk itu, kedepan ada peranan pemerintah untuk bisa membantu yayasan ini dalam bidang pendidikan. (One)

benner 22017-04-04 10.38.54

TINGGALKAN KOMENTAR